Kamu suka menceritakan pengalaman pengalamanmu kepadaku dan itu membuatku special di matamu. Aku memang sangat mengagumimu karena kamu itu ganteng, pintar, dan baik hati, bukan hanya itu tapi kamu membuatku merasa nyaman. Saat kau pindah ke kota lain aku sedih banget dan ku fikir ya sudahlah mungkin pertemanan kita memang hanya sampai di sini karena kamu bukan asli orang sini. Namun siapa sangka HP ku berdering dengan nomor baru dan suara di telpon yang tidak asing membuat jantungku berdetak keras! ITU DIA! Teriakku dalam benakku, aku kegirangan mendapat telpon darimu dan mendengar suaramu yang merdu.
Aku tau status sosial kita berbeda, aku dari kasta Sudra sedang kamu dari kasta Vaisya, tetapi kebaikanmu membuatku punya harapan bahwa kamu bukan tipe lelaki yang memandang dari hal hal kekastaan. Aku jatuh cinta! Untuk pertama kalinya. Aku merasa yakin saat ada orang bilang "kayaknya dia suka sama kamu deh" aku seneng banget kegirangan bahkan tidur pun serasa ga perlu karena realita hidupku sedang indah berbunga bunga oleh bayang bayangmu.
Aku yakin kamu suka aku karena aku tidak merasa jelek jelek amat setidaknya, aku bisa dandan dan bisa beberapa bahasa, aku memang dari keluarga tidak mampu dan tidak pernah kuliah bahkan status SMA ku adalah Paket C. Tapi aku bukan perempuan pemalu, karena aku percaya kesuksesan dan kepandaian bukan hanya bisa diraih dengan kuliah, aku bekerja sambil belajar sendiri mendalami ilmu ilmu pengetahuan yang aku butuhkan, memperdalam bahasa inggris dan memasak, juga menyisakan waktu menekuni hobi merajut dan main gitarku.
Aku sangat jatuh cinta denganmu tapi aku malu dan takut mengatakannya, aku harap kamu juga cinta sama aku. Itu satu satunya harapan saat itu, saat aku masih sangat muda dan polos dengan cerita cinta. Namun harapanku sangat tinggi dengan sikapmu yang kurasa terlalu baik dan dekat kepadaku, saat kau sakit engkau minta aku menghiburmu, menemanimu, dan kamu sering mengajakku ke luar untuk sekedar main bersama temanmu. Aku suka banget dan jatuh cinta banget.
Namun ternyata kamu hanya PHP-in aku! Aku sedih banget saat kamu perkenalkan aku pada temen cewekmu, dia tidak lebih cantik daripada aku, giginya rada monyong kedepan dan matanya jelalatan seperti pemeran antagonis di FTV. Aku menangis pulang ke kamarku, bukan karena benci atau menyesal karena kamu memilih dia namun karena mataku dibukakan bahwa ternyata kamu bukanlah lelaki seperti yang aku bayangkan, aku semakin kehilangan rasa kagumku padamu karena kamu tau bahwa aku sudah jatuh cinta kepadamu akibat terlalu baikmu padaku. Memang kita dianjurkan untuk berbuat baik kepada setiap orang tapi kamu sudah memberikan harapan palsu tanpa kamu mau menangkap cintaku saat aku jatuh cinta kepadamu dan kamu tetap asik meladeni setiap perasaanku saat kamu sudah berpacaran sama pacar barumu hingga kamu menikahinya tidak lama kemudian.
Ah ya sudah, aku bukan perempuan lemah yang sulit move on dari kepatah hatian. Aku bangkit. Aku kerja lebih giat dan menabung lebih banyak dan membeli rumah sendiri. Cukup satu tahun setengah aku mendapatkan itu dan melupakanmu. Aku merasa ini lebih penting daripada mengejar cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan, aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk masa depanku karena aku percaya cinta sejati akan datang kepadaku saat aku siap menerimanya.
Saat ini aku sudah menikah dengan seorang lelaki yang benar benar laki laki tanpa memandang status sosial perempuan yaitu aku. Dia mungkin tidak serupawan wajahmu yang banyak digandrungi perempuan perempuan di sekitarmu tapi suamiku punya hati yang sangat baik dan penyayang. Aku bertemu dia tanpa sengaja dan akhirnya kami bertukar nomor HP dan Facebook. Suamiku dari keluarga yang berada dan dia sudah mapan dengan pekerjaannya, aku tidak tau saat kami pacaran bahkan aku tidak tau dia kerja di mana dan keluarganya seperti apa sampai kami rencana mau menikah aku baru tahu latar belakang dia dan pekerjaan dia. Aku tanya ke suamiku apakah orang tuanya akan mau menerima aku dan dia bilang my parents will definetely likes you, dan itu benar, mertuaku sangat sayang dengan aku dan menghargai aku. Aku bersyukur bahwa kebahagiaan tidak hanya bersumber dari kamu melulu tetapi saat kau pergi dan kebahagiaan itu hilang, kebahagiaan yang lebih besar menghampiriku. Aku pun senang melihat kamu dan istrimu bahagia. Aku tidak punya dendam tapi aku malah mendoakan agar kalian bahagia seperti hal nya aku bahagia bersama suamiku.
Apakah kamu ingat dulu kamu tanya kepadaku negara mana yang sangat ingin aku tuju? Aku beritahu kepadamu yaitu Finland karena aku ingin melihat matahari di malam hari. Saat itu aku berharap siapa tau kamu menjadi suamiku dan bakal ingat negara yang sangat ingin aku tuju dan suatu hari kamu mengajakku ke sana. Mungkin saat itu kamu berfikir itu berlebihan, tapi tidak, suamiku tinggal tidak jauh dari negara Finland dan kami berencana ke sana dalam waktu dekat ini.
Dan kamu tau aku sekarang tidak bekerja tetapi menjadi tuan rumah atau secara sombongnya aku menjadi nyonya besar. Aku yang dulu seorang pembantu kini menjadi nyonya, itu kedengaran lucu bukan dan mustahil?
Aku bersyukur sekali tidak menuruti egoku untuk menangisi kepergianmu tetapi menjadikannya penyemangat dan motivasi. Baru seminggu yang lalu aku mendengar sebuah ceramah bahwa kegagalan dan kekecewaan adalah motivasi yang ampuh untuk meraih kesuksesan, dan aku membuktikannya. Aku bertemu suamiku saat aku sukses melupakanmu dan sukses menjadi mandiri dan debt free. Kamu pernah bilang bahwa kamu meminjam student loan yang sangat banyak untuk meneruskan kuliahmu. Aku tidak kuliah dan aku tidak punya hutang satu rupiahpun bahkan aku punya tabungan. I'm financially secured and happy dengan suamiku sekarang. Aku harap kamu sudah melunasi semua hutangmu. Maaf ya aku kesannya sinis dengan tulisan ini tapi ini kenyataan.
Anyway aku sudah move on sejak dua tahun yang lalu dan aku bahgia kok tanpa kamu.
Terimakasih telah mengecewakanku, karena kekecewaan darimu aku bisa berada di sini sekarang.

