Saturday, July 9, 2016

Aku Yang Pernah Kau PHP-in

Aku dulu memang pernah naksir kamu dan mengagumimu, itu karena kamu terlalu baik kepadaku. Kamu suka ngobrol denganku dibanding teman teman cewek yang lain, kamu suka minta bantuan dariku dan itu membuatku dibutuhkan olehmu.
Kamu suka menceritakan pengalaman pengalamanmu kepadaku dan itu membuatku special di matamu. Aku memang sangat mengagumimu karena kamu itu ganteng, pintar, dan baik hati, bukan hanya itu tapi kamu membuatku merasa nyaman. Saat kau pindah ke kota lain aku sedih banget dan ku fikir ya sudahlah mungkin pertemanan kita memang hanya sampai di sini karena kamu bukan asli orang sini. Namun siapa sangka HP ku berdering dengan nomor baru dan suara di telpon yang tidak asing membuat jantungku berdetak keras! ITU DIA! Teriakku dalam benakku, aku kegirangan mendapat telpon darimu dan mendengar suaramu yang merdu. 
Aku tau status sosial kita berbeda, aku dari kasta Sudra sedang kamu dari kasta Vaisya, tetapi kebaikanmu membuatku punya harapan bahwa kamu bukan tipe lelaki yang memandang dari hal hal kekastaan. Aku jatuh cinta! Untuk pertama kalinya. Aku merasa yakin saat ada orang bilang "kayaknya dia suka sama kamu deh" aku seneng banget kegirangan bahkan tidur pun serasa ga perlu karena realita hidupku sedang indah berbunga bunga oleh bayang bayangmu. 
Aku yakin kamu suka aku karena aku tidak merasa jelek jelek amat setidaknya, aku bisa dandan dan bisa beberapa bahasa, aku memang dari keluarga tidak mampu dan tidak pernah kuliah bahkan status SMA ku adalah Paket C. Tapi aku bukan perempuan pemalu, karena aku percaya kesuksesan dan kepandaian bukan hanya bisa diraih dengan kuliah, aku bekerja sambil belajar sendiri mendalami ilmu ilmu pengetahuan yang aku butuhkan, memperdalam bahasa inggris dan memasak, juga menyisakan waktu menekuni hobi merajut dan main gitarku. 
Aku sangat jatuh cinta denganmu tapi aku malu dan takut mengatakannya, aku harap kamu juga cinta sama aku. Itu satu satunya harapan saat itu, saat aku masih sangat muda dan polos dengan cerita cinta. Namun harapanku sangat tinggi dengan sikapmu yang kurasa terlalu baik dan dekat kepadaku, saat kau sakit engkau minta aku menghiburmu, menemanimu, dan kamu sering mengajakku ke luar untuk sekedar main bersama temanmu. Aku suka banget dan jatuh cinta banget.

Namun ternyata kamu hanya PHP-in aku! Aku sedih banget saat kamu perkenalkan aku pada temen cewekmu, dia tidak lebih cantik daripada aku, giginya rada monyong kedepan dan matanya jelalatan seperti pemeran antagonis di FTV. Aku menangis pulang ke kamarku, bukan karena benci atau menyesal karena kamu memilih dia namun karena mataku dibukakan bahwa ternyata kamu bukanlah lelaki seperti yang aku bayangkan, aku semakin kehilangan rasa kagumku padamu karena kamu tau bahwa aku sudah jatuh cinta kepadamu akibat terlalu baikmu padaku. Memang kita dianjurkan untuk berbuat baik kepada setiap orang tapi kamu sudah memberikan harapan palsu tanpa kamu mau menangkap cintaku saat aku jatuh cinta kepadamu dan kamu tetap asik meladeni setiap perasaanku saat kamu sudah berpacaran sama pacar barumu hingga kamu menikahinya tidak lama kemudian. 

Ah ya sudah, aku bukan perempuan lemah yang sulit move on dari kepatah hatian. Aku bangkit. Aku kerja lebih giat dan menabung lebih banyak dan membeli rumah sendiri. Cukup satu tahun setengah aku mendapatkan itu dan melupakanmu. Aku merasa ini lebih penting daripada mengejar cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan, aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk masa depanku karena aku percaya cinta sejati akan datang kepadaku saat aku siap menerimanya.

Saat ini aku sudah menikah dengan seorang lelaki yang benar benar laki laki tanpa memandang status sosial perempuan yaitu aku. Dia mungkin tidak serupawan wajahmu yang banyak digandrungi perempuan perempuan di sekitarmu tapi suamiku punya hati yang sangat baik dan penyayang. Aku bertemu dia tanpa sengaja dan akhirnya kami bertukar nomor HP dan Facebook. Suamiku dari keluarga yang berada dan dia sudah mapan dengan pekerjaannya, aku tidak tau saat kami pacaran bahkan aku tidak tau dia kerja di mana dan keluarganya seperti apa sampai kami rencana mau menikah aku baru tahu latar belakang dia dan pekerjaan dia. Aku tanya ke suamiku apakah orang tuanya akan mau menerima aku dan dia bilang my parents will definetely likes you, dan itu benar, mertuaku sangat sayang dengan aku dan menghargai aku. Aku bersyukur bahwa kebahagiaan tidak hanya bersumber dari kamu melulu tetapi saat kau pergi dan kebahagiaan itu hilang, kebahagiaan yang lebih besar menghampiriku. Aku pun senang melihat kamu dan istrimu bahagia. Aku tidak punya dendam tapi aku malah mendoakan agar kalian bahagia seperti hal nya aku bahagia bersama suamiku. 

Apakah kamu ingat dulu kamu tanya kepadaku negara mana yang sangat ingin aku tuju? Aku beritahu kepadamu yaitu Finland karena aku ingin melihat matahari di malam hari. Saat itu aku berharap siapa tau kamu menjadi suamiku dan bakal ingat negara yang sangat ingin aku tuju dan suatu hari kamu mengajakku ke sana. Mungkin saat itu kamu berfikir itu berlebihan, tapi tidak, suamiku tinggal tidak jauh dari negara Finland dan kami berencana ke sana dalam waktu dekat ini. 
Dan kamu tau aku sekarang tidak bekerja tetapi menjadi tuan rumah atau secara sombongnya aku menjadi nyonya besar. Aku yang dulu seorang pembantu kini menjadi nyonya, itu kedengaran lucu bukan dan mustahil? 

Aku bersyukur sekali tidak menuruti egoku untuk menangisi kepergianmu tetapi menjadikannya penyemangat dan motivasi. Baru seminggu yang lalu aku mendengar sebuah ceramah bahwa kegagalan dan kekecewaan adalah motivasi yang ampuh untuk meraih kesuksesan, dan aku membuktikannya. Aku bertemu suamiku saat aku sukses melupakanmu dan sukses menjadi mandiri dan debt free. Kamu pernah bilang bahwa kamu meminjam student loan yang sangat banyak untuk meneruskan kuliahmu. Aku tidak kuliah dan aku tidak punya hutang satu rupiahpun bahkan aku punya tabungan. I'm financially secured and happy dengan suamiku sekarang. Aku harap kamu sudah melunasi semua hutangmu. Maaf ya aku kesannya sinis dengan tulisan ini tapi ini kenyataan.

Anyway aku sudah move on sejak dua tahun yang lalu dan aku bahgia kok tanpa kamu. 
Terimakasih telah mengecewakanku, karena kekecewaan darimu aku bisa berada di sini sekarang.

Aku yang pernah kau PHP-in

Friday, July 1, 2016

Ayo ke Eropa tips

Hi apakah kamu ingin berencana liburan ke daerah Eropa khususnya Schengen area dan bingung bagaimana memulai? Aku akan berbagi pengalaman bagaimana perjalananku ke Eropa.

Pertama kita perlu mengajukan visa dan ini penting banget kecuali mungkin anggota diplomat atau orang super kaya yang tidak bermasalah seperti di sinetron pasti gampang kali ya dapetin visa?
Nah pengalamanku aku belum pernah menginjakkan kaki ke negara di Eropa nih, aku pernahnya ke Singapore dan Hong Kong itu karena aku jadi TKW dan ke Philippines ada training dari gerejaku, jadi semua perjalanan ke luar negeri yang aku lakukan bukan independent sendiri karena ada agency yang bantu.
Nah kali ini aku ke Eropa tepatnya ke Belgia karena suamiku dari Belgia jadi aku harus mengajukan visa ke Belgia tanpa minta bantuan Agen wisata atau apapun namanya. Jadi ini pengalaman pertama aku secara independent ke luar negeri.

Okay pertama tama bagaimana cara mengajukan visa?

Kita ke website kedutaan yang negara nya kita ingin tuju ya, kalo ke Belgia dengan visa tourist Schengen harus ke kedutaan Belanda, ngomong ngomong nih katanya kalo ngajuin visa Schengen lewat kedutaan Belanda itu lumayan gampang diterima dibanding ke kedutaan negara lain di area Schengen.
Masuk ke website kedutaan dan cari link tentang dokumen yang diperlukan untuk mengajukan visa (aku pake visa turis kemaren) Dan dokumen yang diminta adalah:

-Formulir visa Schengen diisi lengkap
-Travel past (passport yang masih berlaku sedikitnya 6 bulan)
-2 foto ukuran passport dengan background putih (biasanya tukang foto tau )
-Asuransi perjalanan ( bisa beli di AXA Mandiri atau bank lain sedikitnya cover at least 30,000 euro )
 Asuransi perjalanan ini bukan beli sebanyak 30 ribu euro tapi tergantung seberapa lama kita tinggal          
 di Eropa, misal seminggu harga nya mungkin kurang lebih satu atau dua juta atau bahkan lebih        
 murah.
-Financial (setiap orang yang ke Eropa minimal harus menyiapkan uang minimal 34 euro per hari,
 jadi kalikan berapa hari mau tinggal di Eropa, tapi intinya bawa uang sebanyak banyaknya di buku
 tabungan. Jika ada yang sponsori perjalanan ke Eropa itu bisa memakai dokumen dari sponsor itu,                      
 waktu itu suami ku yang sponsori aku jadi dia kirim foto kopi slip gaji dia selama 3 bulan)  kalo
 perjalanan dibiayai sendiri lampirkan buku tabungan bank atau slip gaji selama 3 bulan.
-Visa fee 60 euro dirupiahkan, kemaren bulan April 2016 aku bayar 850 ribu.
-Reservasi tiket pesawat, ini bukan beli ya tapi pesan yang sudah dikonfirmasi tapi bayarnya nanti.
 ada website khusus ini sebenarnya kalo tau, aku tidak tau yang tau suamiku sorry ya, tapi enaknya
 ke travel agent saja.
-Kalo ada yang sponsori perjalananmu ke Eropa oleh teman atau keluarga di Eropa itu kita perlu
 minta foto kopi KTP atau passport sponsor, surat undangan dari orang yang sponsori kita, undangan
 itu diminta dari kantor kabupaten di mana sponsor kita tinggal, kalo sponsor akan menanggung  
 segala perjalanan dia harus memberikan  bukti alamat rumah yang sah dan bukti finansial, kalo tidak
 kita harus memberi kopi alamat di mana  kita akan menginap. Ada hotel yang bersedia dibayar saat
 tiba jadi kita tidak perlu keluar uang DP.
 Karena berhubung sponsorku kemaren suamiku kita melampirkan foto kopi surat nikah kita yang          
 sudah diterjemahkan ke bahasa Belanda.
-Kalo perjalanan sendiri perlu surat ijin dari kantor di mana kamu kerja, kalo kamu wiraswasta
 melampirkan SIUP.

Karena perjalanku kemaren turis dan berkunjung keluarga yaitu suamiku aku lampirkan juga Kartu Keluargaku. Tidak tertulis di website tapi siapkan saja dan di sana kalo diperlukan mereka akan minta dokumen tambahan yang aku tidak tau apa itu. Tapi inti nya perincian di atas adalah dokumen yang aku persiapkan secara itu yang tertulis di website mereka.

Setelah dokumen yang diperlukan terkumpul semuanya kita masuk ke website kedutaan Belanda lagi untuk membuat perjanjian online, kita tidak bisa masuk ke kedutaan itu tanpa ada janji dulu, sama sekali akan ditolak seratus persen. Kita harus datang tepat waktu karena kalo telat harus buat janji baru dan itu ngeselin.
Pas sudah hari janji tiba datang ke kedutaan Belanda tunjukkan bukti janji, kemaren aku print dari emailku dan aku tunjukkan ke security penjaga. Pokoknya ketat banget ngalahin bandara. Lalu kita tunggu panggilan kita untuk masuk konter pendaftaran visa, setelah masuk konter pendaftaran kita serahkan dokumen lengkap kita dan akan ditanyai alasan ke Eropa atau apa aja yang mereka perlukan. Setelah itu kita bisa pulang dan tunggu beberapa hari atau minggu atau bulan, biasanya cepat kok asal dokumen lengkap. Milikku kemaren tidak nyampek sepuluh hari.
Kalo ditolak jangan sedih karena pasti ada alasan dan kita bisa coba mengajukan lagi jika alasannya dokumen tidak lengkap atau financial atau salah tulis atau apapun, aku percaya pasti kita bisa coba lagi.

Itu adalah salah satu pengalaman yang lumayan menegangkan karena aku pengen banget bisa mendapatkan visa itu karena udah kangen banget dengan suami, aku bersyukur sekali sekarang udah di Belgia sekarang.

Selamat mencoba dan semoga berhasil ya...

Salam dari Belgia


Monday, March 7, 2016

Sepatu dan Perasaan

Hari ini sebelum saya keluar rumah kost seperti biasa saya berdoa mengucap syukur terimakasih dan meminta perlindungan kepada Tuhan. Juga saya mengucap doa agar saya diberi kebahagiaan hari ini dan memberkati saya dengan sifat seperti Yesus.
Hari ini panas sekali, saya keluar ke tempat tujuan dengan perasaan nyaman setelah berdoa. Saya pergi ke suatu tujuan salah satu mall di Jakarta Selatan untuk membeli paket internet agar bisa berhubungan dengan suami tercintaku. ^_^
Naik angkot lama banget "ngetem" nya dan penumpang hanya saya sendiri. Saya merasa kasihan sekali pada pak supir nya dan akhirnya setelah lama "ngetem" masuklah satu penumpang lagi dan akhirnya pak supir lanjut menyupir angkot. Sejak saya do Jakarta saya disuguhkan dengan pemandangan yang beraneka ragam warna dan rasa. Saya bukanlah orang kaya, bahkan boleh dibilang orang yang pas pasan dengan hidupnya. Namun saya yakin seberapapun pas pasan nya kita pasti kita punya rasa belas kasihan terhadap sesuatu atau orang lain yang dilihat dengan mata lebih terpuruk dan menyedihkan dari pada kita. Jika kita tidak punya perasaan itu betapa kejam dunia yang kita tempati saat ini.
Akhirnya saya turun di tujuan saya meninggalkan pak supir dan satu penumpang itu. Saya kasih ongkos rp5000 (maaf dengan kejujuran saya bukan bermaksud apa apa) yang seharusnya hanya rp4000, saya berharap itu bisa mengurangi rasa kasihan terhadap pak supir angkot itu. Saya berharap saya adalah orang kaya agar bisa membantu banyak secara materi atau hal lainnya.
Akhirnya saya masuk ke mall yang saya tuju dan melakukan apa yang saya mau lakukan yaitu beli pulsa internet. Lalu saya ingat beberapa hari yang lalu saya menitipkan sepatu saya untuk dibenahi karena rusak.
Ceritanya satu minggu sebelumnya saya beli sepatu di suatu tempat lain di Jakarta dan hari pertama saya pake itu rusak, otomatis saya sebel sekali karena sekali pake langsung rusak. Waduh itu keterlaluan. Saya tidak mau rugi pastinya. Saya berencana kembali ke toko di mana saya beli sepatu itu tapi malas karena jauh. Akhirnya suatu hari saya jalan jalan di mall itu dan melihat sepatu dengan model yang sama. Esok nya saya kembali ke mall out dan bilang ke mas nya bahwa sepatu yang model seperti itu yang baru saja saya beli rusak. Saya fikir itu toko satu company jadi dengan berani saya meminta tolong mas nya dan mas nya bilang setuju. Fikir saya kalo saya benahi di toko sepatu repairement perlu bayar jadi ke toko sepatu nya aja gratis. Ya begitulah otak manusia ya ingin gampang ingin cepat ingin untung. Saya tidak ada beda nya dengan orang lain.
Beberapa waktu yang lalu saya beli paket internet mbak yang melayani saya memberi harga 120ribu rupiah namun mbak yang itu sudah tidak ada di toko itu dan tidak jual pulsa lagi, akhirnya saya pergi ke toko lain untuk membeli. Saya bilang ke yang jualan bahwa saya mau pulsa internet yang harga nya 120 ribuan. Mereka melayani saya dengan baik namun saat transaksi pembayaran penjual nya mengembalikan 10ribu rupiah saya dan bilang bahwa uang nya kebanyakan. Dalam hati saya that's cool because I don't how anymore cash in my wallet dan saya tidak berencana untuk mengambil uang dalam waktu dekat atas dasar ngirit karena I'm jobless.

Lalu berakhir sudah urusan pulsa dan bisa menyapa suami tercinta saya lagi dan turun ke lantai di mana sepatu saya diperbaiki. Mas nya bilang sudah selesai namun saya merasa di tampar. Kenapa? Karena mas nya bilang sepatu yang saya beli bukan lah dari pabrik sepatu yang dia jual. Pertama saya merasa antara malu dan kasihan sama ,mas nya namun begitu lama saya berfikir ternyata ada hal yang lebih dalam yang saya belajar.
Mas nya bilang "Ternyata sepatu kakak bukan dari pabrik kami tapi kami tapi saya perbaiki aja. Saya baru ngeh saat saya memperbaiki ternyata merek nya berbeda".
Ya ampunnnnnn saya merasa malu merasa memanfaatkan mas ini. Dan  and itu mengingatkan saya akan kejadian kemaren hari nya saya beli rujak di pinggir jalan dan lupa bayar sampe abang rujak nya panggil saya "Neng belum bayar!". Itu memalukan. :(

Sebelum saya pergi saya bilang bahwa saya tidak tau juga karena saya fikir itu satu pabrik karena model nya sama persis. Lalu saya pergi dengan hati yang sangat rendah meninggalkan toko sepatu itu dan mas itu. Awalnya saya berencana mau tanya jika mau saya bayar tetapi saya urungkan niat karena mas nya melakukan itu dengan baik dan senyum. Nama mas itu Azizul usia sekitar 19/20an tahun. Saya merasa sedih sekali karena saya fikir sudah memberi beban kerja yang seharus nya bukan tugas dia.

Akhirnya saya pulang diam diam menyimpan perasaan yang berat. Antara suka dan duka, antara kasih dan benci. Hari ini saya belajar bahwa saya tidak lah lebih baik dari orang lain yang saya hakimi. Seberapa baik saya mencoba untuk melakukan hidup di dunia ini pasti ada kesalahan yang disengaja maupun tidak.
Hari ini gara gara sepatu saya belajar untuk lebih rendah hati dan selalu berbuat baik dan berprasangka baik terhadap orang lain. Mengingat wajah mas sepatu tadi saya melihat perasaan saya saat saya berfikir bahwa saya sudah baik kepada bapak supir angkot tadi, tapi sebenarnya saya hanya disuruh melihat bahwa orang baik itu ada di mana mana dan I'm not the only one. Dan bahkan ada yang lebih lebih baik daripada saya.

Itu pelajaran yang saya dapat hari ini.

Sepatu dan Perasaan